Berita
Judi Online Di Indonesia
15 - Nov - 2018

Judi, dari namanya semua orang pasti sudah tidak asing. Kata Judi sudah lama melekat dengan permainan Kartu dan uang sebagai Taruhannya. Namun tahukah anda asal mula Judi berawal?.

Sejarah Perjudian

Permainan Lotere Tahun 2300 SM

Seorang Arkeolog menemukan bukti otentik praktek perjudian tertua di dunia di China. Penemuan tersebut berupa barang menyerupai Slip Kuno ( Mirip seperti permainan kesempatan ) yang digunakan kisaran pada tahun 200 SM, dan di perkirakan sudah ada sejak 2300 SM.

Permainan Dadu Tahun 500 SM

Seorang yang berasal dari Yunani mengklaim bahwa permainan Dadu ditemukan pertama kali oleh seorang prajurit mitologi Yunani. Dikatakan pada peperangan Troy (500SM), Seorang prajurit Yunani memainkan permainan dadu dikala waktu mereka sedang beristirahat sebelum memulai perang. Akan tetapi pernyataan tersebut masih diragukan oleh banyak pihak.

Namun penemuan terbaru pada sebuah makam mesir membuktikan permainan Judi Dadu sudah ada sejak 3000 SM dan praktek perjudian dadu tersebut di turunkan ke bangsa Romawi Kuno.

Permainan Kartu

Permainan Kartu pada tahun 800 Masehi

Para arkeolog berhasil menemukan beberapa barang kuno yang di perkirakan berupa alat bermain judi kartu pada abad ke-9, namun bentuknya masih mirip dengan Domino.

Informasi untuk Permainan kartu sejak kapan di mainkan masih sebuah misteri, walaupun demikian peneliti sudah berhasil menyimpulkan bahwa China adalah tempat bermulanya permainan ini.

Perjudian di Indonesia

Semua bermula pada abad ke-14, praktek perjudian berupa kartu mulai di gemari oleh masyarakat Eropa yang sebelumnya di perkenalkan oleh Para pedagang berasal dari China. Saat itu kartu yang di gunakan oleh Masyarakat Eropa berikan 78 buah dengan gambar lukisan yang indah. 1 Abad kemudian Prancis memodifikasi Kartu menjadi 56 dan di produksi secara masal untuk seluruh Eropa. Pada Saat itu Ratu Elizabeth ke 1 pun sedang gencar-gencarnya memperkenalkan Lotere demi meningkatkan pendapatan Negara guna pembangunan.

Pada tahun 1620 ketika VOC masih menduduki Indonesia mereka mulai memperkenalkan perjudian sabung ayam dengan tujuan menambah penghasilan Pajak yang di pungut dari rumah-rumah perjudian. Kala itu Pemerintahan VOC memberikan izin kepada bangsa Tionghoa untuk menjalankan bisnis Rumah Judi dimanapun.

Seorang Kapitan Tionghoa yang bernama Souw Beng Kong pertama di Batavia telah meresmikan perjudian. Ia tidak hanya mengurus bisnis Perjudian saja namun dirinya pun memproduksi koin juga menyediakan rumah timbang untuk para sodagar dari Tionghoa dengan Pajak yang di berikan oleh VOC sebesar 20%. 

Pada saat itu judi kartu dan dadu masih di sebut Po, menjadi terkenal dan bergengsi di Batavia. Tak lama berselang Judi Capjiki mulai dipekenalkan oleh seorang masyarakat Tionghoa.

Perjudian Lotere

Masuknya Perjudian Lotere Di Indonesia

Pada pertengahan tahun 1960 an judi lotre mulai menjamuri Indonesia yang kala itu dikenal sebagai Lotre Buntut. Dibandung Lotere disebut sebagai Toto Raga dan saat itu digunakan sebagai kegiatan pengumpulan dana guna mengikuti pacuan kuda, sedangkan di DKI Jakarta semasa Gubernur Ali Sadikin memerintah muncul undian Lotre dengan nama Toto dan juga Nasional Lotre yang disingkat Nalo.

Pada tanggal 28/12/1985, Indonesia secara terbuka meresmikian Lotre berhadiah yang diberi nama Porkas. Permainan Porkas berbeda dengan Toto, pada permainan tersebut tidak ada tebakan angka namun yang ada hanya menang-seri-kalah. Namun kala itu Porkas hanya diminati sampai tingkat kabupaten saja.

Bulan Oktober tahun 1986, Penghasilan Porkas mencapai Rp. 11 Miliar (Uang yang sangat banyak disaat itu). Dari uang tersebut Koni Mendapatkan 4.5 Miliar, PSSI pusat kebagian 1.4 Miliar dan kantor Menpora mendapat 250 Juta.

Ali Sadikin, ya mantan Gubernur DKI Jakarta ini adalah salah satu orang yang memiliki pola pikir realistis. Pada masa pemimpinan beliau, dirinya melegalkan Judi dan mengambil keuntungan dari penghasilan perjudian. Dapat dikatakan Ibu Kota DKI Jakarta dapat menjadi seperti sekarang ini salah satunya berkat perjudian dimasa itu.

Legalnya Perjudian di Jakarta membuat Ibu Kota Negara Indonesia terlihat lebih cantik dan maju. Sarana pendidikan sampai Gelanggang Olahraga pun berhasil di bangun dari hasil pajak Perjudian. Dari sebuah catatan penghasilan Kas daerah Jakarta Saat itu mencapai 20 Miliar (angka yang luarbiasa dikala itu).

Baca Juga: Pengertian Pasaran dan Odds SBOBET

Judi Online Indonesia ( 1994 – Hingga Sekarang )

Selepas pemerintahan Ali Sadikin Perjudian mulai di larang, Akan tetapi pada tahun 1994 perusahaan MicroGaming mencoba menjadi pelopor Judi Online. Perusahaan tersebut terus mengembangkan bisnis Judi Online Hingga berhasil merauk keuntungan Jutaan Dolar setiap bulannya.

Para pecinta Judi dimanjakan dengan adanya Judi Online, mereka tidak perlu repot-repot keluar rumah untuk bermain Judi kartu atapun Dadu. Sekarang untuk dapat ikut bermain Judi mereka hanya cukup menggunakan perangkat keras seperti Komputer ataupun Android ( HP ).

Itulah kisah dan sejarah beberapa jenis game perjudian

Salam Admin Winning855